Rabu, 11 Agustus 2010

Mewujudkan Masyarakat yang Berkeadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

“Salah satu upaya untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur adalah dengan membangun tatanan demokrasi yang betul-betul demokratis, dinamis dan transparan, sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945.” Demikian kata Ketua Umum Forum Rakyat Indonesia Bersatu (FORUM-RI.1), Bambang Herry Purnomo, saat menerima Pimpinan Redaksi Harian Online KabarIndonesia, Wilson Lalengke bersama jajaran Citizen Reporter, di Gedung Wisma Nugra Santana Jakarta, beberapa waktu lalu.

“Forum-RI.1 dibentuk dengan tujuan menghimpun anggota masyarakat Indonesia untuk melakukan kontrol sosial kepada Pemerintah dalam satu wadah organisasi, serta memupuk rasa setia kawan dan meningkatkan kerjasama di lingkungan anggota, disamping memelihara hubungan baik dengan seluruh organisasi massa lainnya yang memberikan konsribusi dalam memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa dalam upaya meningkatkan ketahanan nasional sebagai pengamalan Pancasila,” tambah Bambang Herry.

Forum-RI.1 sebagai wadah Pembinaan dan pengembangan komunikasi, informasi, konsultasi, fasilitasi dan advokasi dari anggota dalam rangka membentuk iklim demokrasi yang kondusif, bersih, transparan dan professional. Selain itu, Forum ini berupaya mewujudkan sinergi seluruh potensi ekonomi nasional Indonesia. “Semua ini sesungguhnya dimaksudkan untuk meningkatkan rasa nasionalisme masyarakat terhadap Bangsa dan Negara, yang didasari oleh kesadaran yang tinggi untuk membangun Bangsa Indonesia dengan kekuatan sendiri.” terang Bambang yang saat itu didampingi oleh tokoh Forum-RI.1 lainnya, yakni Ir. H. Totok Edi Koesbyantoro dan Tjong Kian Bun.

“Menjaga keutuhan Negara bukan saja menjadi tanggung jawab Pemerintah namun juga masyarakat dan Pers. Dalam menjaga keutuhan itu keterbukaan informasi sangat dibutuhkan,“ tambahnya.

Bambang bersama Forum RI.1 yang didukung sepenuhnya oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, Bapak Taufik Effendi, berkeyakinan bahwa keterbukaan informasi akan membantu semua pihak dalam mengungkap kebenaran. Dia juga mengharapkan agar kritik-kritik pers hendaknya disertai solusi untuk pemecahan masalah. “Contoh kasus pengibaran bendera Republik Maluku Selatan (RMS) di hadapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono belum lama ini, Pers terlalu membesarkan RMS dan tidak berpihak pada TNI, seharusnya solusi yang diberikan, bukan salah-menyalahkan,” ujar Bambang.

Mengapa demikian? “Tugas utama TNI adalah menjaga keutuhan Negara. Dalam konsep pertahanan negara, pers bisa menjadi komponen pendukung, di sinilah nasionalisme pekerja pers dibutuhkan, misalnya memberikan yang baik untuk bangsa ini dan meninggalkan pameo “bad news is good news,” saran Bambang Herry.

“Menanggapi saran itu, Pimred Harian online KabarIndonesia mengemukakan, tugas pers adalah menginformasikan kejadian apa adanya, terlepas dari kejadian itu baik atau buruk. Pers juga mestinya memberitakan sedalam dan selengkap mungkin, sehingga Pemerintah bisa menindaklanjutinya dengan membuat keputusan yang cepat dan tepat,” demikian jelas Wilson. Menurut Pimred HOKI yang pernah belajar di beberapa negara Eropa itu, pewarta atau wartawan yang baik adalah mereka yang memberikan informasi kepada masyarakat di media massa sesuai dengan fakta di lapangan, dan tidak ditunggangi oleh kepentingan tertentu. “Sikap pers yang baik adalah menulis kebenaran adalah kebenaran, kesalahan adalah kesalahan,“ tambah Wilson Lalengke.

Terkait dengan program Forum RI.1 ke depan, Bambang Herry menjelaskan secara singkat bahwa fokus organisasi yang awal mula berdirinya ditujukan sebagai bagian dari tim sukses SBY-JK menjadi presiden, akan lebih menitik beratkan pada penggalangan kesadaran seluruh elemen bangsa untuk bekerjasama membangun negeri dengan semangat dan nasionalisme yang tinggi. “Seperti sering saya katakan bahwa keterpurukan dan bahkan perpecahan bangsa ini merupakan hasil politik tingkat dunia yang menginginkan Indonesia seperti kemauan mereka. Ada grand design dari dunia internasional untuk memecah-belahkan bangsa kita, mohon kewapadaan semua pihak, terutama generasi penerusnya. Bangun nasionalisme dan persatuan bangsa yang kuat,” pungkas Bambang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar